KEUTAMA’AN BULAN RAMADHAN

  1. Diturunkan Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)”. (Qs. Al-Baqarah: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa (bulan Ramadhan) dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam”. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179).

  1. Terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam lailatul Qadar.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ (٤) سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemulian. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu ?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahtera’an sampai terbit fajar”. (Qs. Al-Qadr: 1-5).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفٍ شَهَّرَ مِنْ حَرَمِهَا فَقَدْ حَرَمَ الخَيْرَ كُلَّهُ

“Sesungguhnya bulan (Ramadhan) telah datang kepada kalian, didalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang tidak mendapatinya maka ia telah kehilangan banyak sekali kebaikan”. (Hr. Ibnu Majah).

  1. Pintu surga dibuka, pintu neraka di tutup dan setan di belenggu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu”. (Hr. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079).

Pintu-pintu surga dibuka maksudnya yaitu, dilipat gandakannya pahala amal salih. Dan pintu-pintu neraka ditutup maksudnya, karena tertutupnya mereka yang berpuasa dari berbagai macam perbuatan dosa, karena ibadah puasa yang dilakukan.

Al-Qodhi ‘Iyadh berkata, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebu”. Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai keta’atan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu”. (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188).

  1. Diwajibkan puasa

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. (Qs. Al-Baqarah: 183).

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: