Berita Opini 

Debat Capres 2019 Keempat : Gagasan Manakah Yang Menang

   Sumber : matamatapolitik.com

Oleh : Hendi Supriatna
Debat keempat capres apakah bisa dimungkinkan ada peningkatan. Yang sebelumnya bisa dimungkinkan bahwa debat sebelumnya adalah hafalan visi misi program. Kenapa bisa dikatakan seperti itu. kenapa debat kesatu, kedua, dan ketiga itu hanyalah pemaparan visi misi. Apakah ada yang menang dalam debat tersebut. Kenapa bisa dikatakan seperti itu. kenapa debat sebelumnya tidak ada yang menang. Apakah debat keempat ini bisa dikatakan ada suatu peningkatan. Artinya dalam suatu debat ada yang menang dan yang kalah secara gagasan dan argumentatif.
Kenapa harus diadakannya debat. Apakah debat kesatu, kedua dan ketiga ini bisa dikatakan hafalan. Bagaimana mungkin ini hafalan. Karena dari debat kesatu, kedua dan ketiga ini tidak ada yang menang secara gagasan. Yang seharusnya dalam suatu debat itu harus ada yang menang dan yang kalah. Apakah debat kesatu, kedua, dan ketiga ini bisa dimungkinkan ada yang menang. Debat kesatu, kedua dan ketiga ini tidak ada yang menang. Artinya dalam debat kesatu, kedua dan ketiga inilah hanya hafalan pemaparan visi misi program kerja yang mereka miliki. Tidak ada adu argumen yang rasional.
Seharusnya debat memperoleh suaatu kemenangan. Capres dan cawapres manakah yang menang secara gagasan. Publik menilai semua debat pertama sampai ketiga semuanya tidak ada yang menang secara gagasan. Yang dilakukan oleh capres dan cawapres itu hanyalah sebuah hafalan pemamparan program. Yang tidak ada sama sekali penguatam argumentatif dari setiap gagasan yang dibawa oleh setiap pasangan capres.
Selanjutnya yang jadi pertanyaan kenapa bisa dimungkinkan seperti itu. Maka kita semua bisa menilai kedua pasangan itu apakah ini layak atau tidak. Apakah bisa dikatakan debat yang dimana debat ada menang dan kalah. Penulis berpendapat seharusnya dalam debat menemukan siapa yang menang dan kalah. Dan diapakah argumentatif yang bisa dikatakan rasional. Maka itulah bisa dikatakan debat menang dan tidak.
Maka dari itu, apakah debat yang keempat ini bisa dikatakan hafalan program. Dan apakah ada suatu peningkatan. Kenapa bisa dimungkinkan seperti itu. apa yang bisa dimungkinkannya. Debat keemapat ada progres dari debat sebelumnya. Kenapa bisa dikatakan seperti itu. dalam debat putaran keempat yang mengangkat tema ideologi, pertahanan dan keamanan, pemerintahan dan hubungan internasional.
Debat seharusnya ada menang dan kalah. Maka putaran debat capres keempat ini ada yang menang. Siapakah yang menang publik yang bisa menjawab. Kenapa bisa dikatakan bahwa debat keempat ada peningkatan dari debat capres sebelumnya. Karena dalam debat kempat ini masing-masing capres semuanya melontarkan argumentatif yang rasional. Kita bisa lihat capres manakah yang menang. Gagasan manakah yang menang dalam debat capres keempat.
Yang menang adalah yang rasional. Siapakah dari kedua capres ini yang bisa dikatakan rasional dan kongkrit. Apakah ada kenapa bisa dimungkinkan ada. Contohnya capres manakah yang perkataanya by data dan tidak. Apakah semuanya by data. Mereka berbiacara dengan data ataukah asumsi menurut mereka sendiri. Dari situlah kita bisa menilai capres manakah bicara mengenai by data dan tidak. Dan yang menang adalah by data. Kenpa bisa dimungkinkan by data. Karena untuk mengukur gagasan yang konkrit adalah rasional dan by data itulah bisa dikatakan menang.
Debat keemapat ini adalah suatu yang sangat seru. Dimana capres dan cawpares saling memesang argumentatif yang raional. Debat keempat adalah saling mengadu argumen. Mereka saling bertanya pada argumen mereka masing-masing. Apakah gagasan yang mereka bawa itu ada kelemahan. Maka itulah gagasan yang harus ditanyakan oleh kubu lawan. Pertanyaannya capres manakah yang benar-benar bertanya tentang suatu ide gagasan. Disinilah seharusnya diperketat dalam suatu gagasan.
Yang sangat penting adalah ideologi. Kenapa bisa katakan bahwa debat ideologi sangat penting. karena masalah ideologi ini adalah yang paling urgent. Untuk menentukan bagaimana persatuan bangsa indonesia. Seharusnya dengan ideologi indonesia bisa menghasilkan suatu konsesus bersama. Bagaimana ideologi yang akan dibawa itu bisa mengakomodir seluruh rakyat indonesia. Kurangnya dalam debat keempat ini tidak menyinggung seperti itu. ideologi manakah yang akan dibawa. Apakah ideologi tersebut bisa mengakomodir seluruh kepentingan rakyat.
Kemudian debat keempat bicara mengenai pertahanan dan kemanan. Yang satu by data dan yang satu hanyalah asumsi dia. Disinilah bisa dikatakan siapa yang menang dalam debat capres. Yang satu meragukan ketahan dan kemanan TNI kita. Dan yang capres satunya lagi yakin dan percaya tentang TNI yang kita miliki. Apakah semua capres by data atau tidak disini kita bisa lihat manakah yang pakai keyakinannya dibuktikan oleh suatu pembuktian yang rill. Pertanyaannya manakah yang menang. Yang menang adalah yang punya keyakinan tentang suatu visi mereka miliki.
Selanjutnya adalah debat mengenai hubungan internasional. Bagaimana bisa mungkinkan bahwa hubungan iternasional kita bisa dikatakan baik. Apa yang menjadi fakta dan telah dilakukannya. kita bisa melihat dari kedua capres tersebut beradu gagasan mengenai hubungan internasional ini. Hubungan antar negara kita apakah hari ini bisa dikatakan berjalan dengan baik ataukah tidak. Yang satu skeptis dengan realita hari ini. Dan lawannya penuh dengan keyakinan bahwa hubungan antar negara kita baik. Yang penuh keyakinan membuktikan salah satu kejadian dengan mengangkat satu contoh. Dan bagaimanakah langkah selanjutnya. Artinya yang penuh keyakinkan tahap demi tahap ada suatu perubahan. Akan tetapi yang satunya lagi yaitu skeptis. Itu hanya bisa melawan argumen yang penuh optimis. Disini kelemahannya dalah dari sudut skeptis tidak ada suatu pandangan visi langkah kongkrit yang dibawa. Maka dari semua itu kita bisa lihat.
Kemudian yang terakhir membicarakan tentang pemerintahan. Dari kedua capres hanya satu ada visi yang mereka bawa artinya disini ada yang menang. Siapakah yang punya visi ini dengan mengubah sistem kerja yang dibangun. Disisi kubu lawan hanya bisa mengkeritisi dan tidak ada satu gagasan yang dia bawa. Seharusnya dalam persoalan pemerintahan repormasi birokrasi yang penting. Ini seharusnya disinggung bagaiamana reporma birokrasi bisa dibangun. Dari capres itu sendiri hanyalah satu capres yang membawa isu itu. Akan tetapi mempunyai kelemahan itu sendiri. Apa kelemahannya capres yang satu itu menyinggung tentang sistem kerja. Tidak menyinggung repormasi birokrasi. Apa itu repormasi birokrasi. Repormasi birokrasi adalah memperbaiki sistem tata kelola kerja birokrasi. Ini seharusnya diperdebatkan dalam tema pemerintahan.
Dari semua itu kita bisa dimungkinkan bahwa kita bisa menyimpulakan. Capres manakah yang menang. Siapakah argumentatif yang rasional. Capres manakah yang gagasannya by data. Semua ini adalah indiokator capres manakah yang menang. Semuanya kita kembali kepada publik yang menilai. Asalkan menyimpulkan suatu keputusan yang tepat dan ketat. Menyimpulan dengan rasional apa yang menjadi suatu keputusan penyimpulan dari apa yang disimpulkan.

Related posts

One Thought to “Debat Capres 2019 Keempat : Gagasan Manakah Yang Menang”

  1. Diden

    Mantaps kang hendi

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: