Sekolah kedinasan Negeri setelah lulus SMA

Sekolah-sekolah ini punya keistimewaannya masing-masing lho.

Akhir masa SMA merupakan masa yang bikin greget bagi tiap siswa. Bukan hanya soal UNBK yang akan dihadapi, tetapi juga memikirkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebagian siswa cenderung berlomba-lomba ingin memasuki PTN/PTS bergengsi sesuai minatnya dengan mengikuti seleksi SNMPTN atau SBMPTN dan jalur masuk lainnya. Sebagian lagi ada yang berlomba-lomba ingin memasuki perguruan tinggi kedinasan yang diinginkan.

Nah, beberapa sekolah kedinasan memiliki keunggulan seperti biaya kuliah yang gratis/ditanggung negara (beberapa sekolah kedinasan tertentu), fasilitas yang lengkap, bahkan ada yang ketika lulus langsung mendapat penempatan. Jadi tak perlu pusing untuk memikirkan pekerjaan kedepannya.

Apa saja sih perguruan tinggi kedinasan yang ada di Indonesia? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

  1. PKN STAN.

Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) adalah pendidikan tinggi kedinasan di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang menyelenggarakan pendidikan Program Studi Diploma bidang keuangan negara. STAN didirikan dengan dasar hukum Keputusan Presiden RI No.45 Tahun 1974 juncto Keputusan Presiden RI No.12 Tahun 1967 serta dengan landasan hukum Peraturan Menteri Keuangan RI No.1/PMK/1977 tanggal 18 Februari 1977.

Program studi yang diselenggarakan oleh PKN STAN untuk lulusan SMA, Madrasah Aliyah dan SMK adalah pendidikan Program Studi Diploma I dan III dengan beberapa jurusan/program studi seperti Diploma III / IV Akuntansi, Diploma I / III Pajak, Diploma III Penilai / Pajak Bumi dan Bangunan, Diploma I / III Kepabeanan dan Cukai, Diploma I / III Kebendaharaan Negara, Diploma III Manajemen Aset.

Sedangkan program studi non-reguler yang diselenggarakan oleh PKN STAN di antaranya, Diploma IV Akuntansi (Tugas Belajar), Diploma III Akuntansi dengan Kurikulum Khusus, Diploma III Pajak dengan Kurikulum Khusus.

Untuk Program Studi Diploma I, lama pendidikannya satu tahun (dua semester), bertempat di Kampus PKN STAN Jakarta dan di Balai Diklat Keuangan yang terdapat di delapan daerah, yaitu di Medan, Palembang, Yogyakarta, Malang, Balikpapan, Makassar, Cimahi dan Manado. Untuk Prodgram Studi Diploma III lama pendidikannya tiga tahun (enam semester), bertempat hanya di Kampus PKN STAN Jakarta.

Selama pendidikan, mahasiswa tak dipungut biaya pendidikan dan tak diasramakan. Pendidikan PKN STAN memakai sistem ikatan dinas sebagaimana ditegaskan kembali dalam Keputusan Menteri Keuangan RI No.289/KMK.014/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang Ketentuan Ikatan Dinas bagi Mahasiswa Program Diploma Bidang Keuangan di Lingkungan Departemen Keuangan RI.

Setelah lulus dari PKN STAN, para alumni PKN STAN kan mengikuti Test Kemampuan Dasar (TKD) yang diselenggarakan oleh BKN dengan kesempatan maksimal 3 kali tes, kemudian jika lulus TKD maka para lulusan PKN-STAN akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan ditempatkan di instansi-instansi dalam lingkungan Kementerian Keuangan RI dan instansi-instansi pemerintah lainnya, baik di pusat maupun di daerah, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Nah, informasi lebih lanjut bisa kamu lihat di https://www.pknstan.ac.id/

  1. IPDN.
    Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau disingkat IPDN merupakan sekolah tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri. Sebagai Kementerian yang punya keterkaitan erat dengan tata kelola urusan pemerintahan, Kemendagri memiliki visi IPDN mampu menciptakan kader-kader pelaksana pemerintahan yang mumpuni, disiplin, cakap dan terbungkus dengan jiwa kepemimpinan.

Untuk mencapai visi itu, maka dibuatlah pendidikan dengan gaya semi militer dan pola pendidikan khusus yang biasa disebut Jarlatsuh (Pengajaran, Pelatihan, Pengasuhan). Tipe semi militer untuk membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan. Sedangkan Jarlatsuh dipakai untuk mengembangkan pengetahuan (knowledge), keahlian (skill) dan sikap perilaku (attitude) para peserta didiknya.

Praja (sebutan untuk peserta didik di IPDN) selain memiliki kewajiban tertentu juga memiliki hak seperti fasilitas gratis untuk asrama tempat tinggal (termasuk listrik, air), biaya kuliah, makan 3x sehari (dengan upacara makan di gedung khusus), seragam dan atribut, dan akomodasi untuk kegiatan kampus. Selain itu setiap praja mendapatkan uang saku bulanan sebesar 250 ribu rupiah (jumlah dapat berubah sesuai kebijakan).

Pendidikan yang ada di IPDN ditempuh dalam waktu 4 tahun (tidak ada akselerasi) dengan gelar kelulusan berupa S.STP untuk Diploma dan S.IP untuk Strata. Sebagai penanda kelulusan, diadakan dua events besar yaitu acara wisuda (hanya sekali dalam setahun dan dibuka oleh Menteri Dalam Negeri) dan acara Pelantikan Pamong Praja Muda oleh Kepala Negara.

Setiap lulusan IPDN memiliki ikatan dinas dengan Kemendagri dalam bentuk status PNS (sekarang ASN) yang otomatis melekat (dengan terlebih dahulu melengkapi persyaratan) dan tanpa tes lagi (karena tes sudah dilakukan saat pendaftaran masuk IPDN). Secara ringkas dapat diartikan bahwa setelah lulus, para sarjana langsung mendapat pekerjaan sebagai PNS Golongan IIIA. Golongan ini setara dengan pangkat perwira IPDA di Akpol dan LETDA di Akmil, sehingga setelah lulus Alumni IPDN mirip-mirip seperti perwira PNS.

Untuk informasi lebih lanjut bisa kamu lihat di https://www.ipdn.ac.id/

  1. STIS.
    Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) merupakan perguruan tinggi kedinasan program Diploma IV, yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958, memberi kesempatan lulusan sekolah menengah umum jurusan IPA untuk dididik menjadi ahli statistik. STIS merupakan lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang statistika dan komputasi statistik dengan mendidik kader yang memiliki kemampuan akademik/profesional.

Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi. Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada pengembangan keterampilan di bidang statistik dan komputasi statistik.

Dengan demikian lulusan STIS merupakan tenaga yang siap dan mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian, melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.

STIS mempunyai dua jurusan yaitu Jurusan Statistika (Ekonomi dan Sosial-Kependudukan) dan Jurusan Komputasi Statistik. Jurusan Statistika menghasilkan tenaga ahli statistik ekonomi serta tenaga ahli statistik sosial-kependudukan, dan Jurusan Komputasi Statistik menghasilkan tenaga ahli komputasi dan sistem informasi. Tenaga Pengajar merupakan lulusan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dengan jenjang S2 dan S3. Lulusan STIS mendapat gelar Sarjana Sains Terapan (S.S.T.).

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa akses di laman https://www.stis.ac.id/

  1. STTD.
    Sekolah Tinggi Transportasi Darat adalah perguruan tinggi kedinasan yang bernaung di bawah Kementerian Perhubungan. Cikal bakal Sekolah Tinggi Transportasi Darat bermula dari didirikannya Akademi Lalu Lintas (ALL) pada tanggal 8 September 1951 oleh Presiden Ir. H. Soekarno. Dengan alasan tertentu pada tahun 1964, ALL tidak dioperasikan atau tidak melakukan kegiatan. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan lalu lintas, perkembangan teknologi transportasi jalan dan kompleksitas permasalahan lalu lintas jalan lahirlah gagasan untuk mengaktifkan kembali Akademi Lalu Lintas.

Pada tanggal 5 Desember 1980, Akademi Lalu Lintas diaktifkan kembali dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Ahli Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (BPL-ALLAJR), namun masih disebut-sebut dengan nama Akademi Lalu Lintas. BPL-ALLAJR hanya menyelenggarakan program Diploma III Ahli LLAJR. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kualifikasi tenaga ahli yang lebih tinggi serta perkembangan sistem pendidikan yang ada maka pada tanggal 10 Maret 2000, dengan Kepres No.41 Tahun 2000 status BPL-ALLAJR ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Sekolah Tinggi ini menyelenggarakan 1 Program Diploma II, 3 Program Diploma III dan 1 Program Diploma 4 yaitu Diploma IV Transportasi Darat, Diploma III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Diploma III Perkeretaapian, Diploma III LLASDP (Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan), Diploma II PKB (Penguji Kendaraan Bermotor).

Untuk informasi lebih selengkapnya bisa kamu lihat di https://www.sttd.ac.id/

  1. STMKG.
    Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan di lingkungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang mempersiapkan kader tenaga ahli tingkat madya, guna mendukung tugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebagai lembaga acuan utama di Indonesia dalam memberikan informasi meteorologi, klimatologi, geofisika, dan kualitas udara. Secara teknis akademik, pembinaanya dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional dan secara teknis operasional dilakukan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

STMKG didirikan di Bandung pada tahun 1955 dengan nama Akademi Meterologi dan Geofisika (AMG). Kampusnya berada di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 1960, AMG dipindahkan ke Jakarta; kampusnya berada di Kantor Lembaga Meteorologi dan Geofisika (LMG) Jl. Arief Rakhman Hakim No. 3 Jakarta Pusat. Tahun 1960 – 1978 AMG berstatus di bawah Pusat Meteorologi dan Geofisika.

Pada tahun 1978, AMG berubah nama menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Meteorologi dan Geofisika (BPLMG) dengan status berada di bawah Badan Diklat Departemen Perhubungan (KM. 55/OT/PHB-1978 31 Maret 1978).

Sejak tahun 2000, BPLMG berubah kembali menjadi AMG di bawah Badan Diklat Departemen Perhubungan (SK. Menhub No. KM 82 Thn 1999 Tgl 13-10-1999), dan kampusnya pindah dan berlokasi di jalan Perhubungan 1, Pondok betung, Pondok Aren, Tangerang, Banten. Hingga tahun 2004 AMG tetap di bawah Badan Diklat dengan SK Menhub No. 72 Thn 2002 Tgl 2-10-2002.

Terhitung mulai 1 Januari 2005 AMG berada di bawah Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), berdasarkan SK KBMG No. 003 Tahun 2004.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat kamu lihat melalui https://stmkg.ac.id/

  1. STSN.
    (STSN) Sekolah Tinggi Sandi Negara adalah Sebuah perguruan tinggi kedinasan di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia. STSN merupakan satu-satunya pendidikan tinggi persandian di Indonesia. STSN didirikan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kualitas SDM aparatur bidang siber dan sandi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi dan ancaman terhadap pengamanan informasi rahasia negara.

STSN didirikan berdasarkan surat Mendiknas tanggal 17 Januari 2002, dan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2003 tanggal 17 April 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara. Sekolah Tinggi Sandi Negara merupakan peningkatan status dari Akademi Sandi Negara (Aksara) atau Pendidikan Ahli Madya Sandi (PAMS). Program studinya meliputi Manajemen Persandian, Teknik PersandianTeknik Kripto, Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi, Rekayasa Perangkat Lunak Kripto, Rekayasa Perangkat Keras Kripto, serta Keamanan Siber.

STSN menyelenggarakan pendidikan professional dalam bidang persandian dengan jenjang Diploma IV. Calon Mahasiswa berasal dari lulusan SLTA/MA jurusan IPA dan atau Peserta Tugas Belajar. Sistem seleksinya berupa tes bertahap yang menggunakan sistem gugur tiap tahapnya. STSN mewajibkan mahasiswanya tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan dengan wajib mematuhi peraturan kehidupan mahasiswa dan peraturan urusan dinas dalam. Kegiatan pendidikan meliputi bidang akademik dan bidang pengasuhan yang diselenggarakan secara seimbang, berkesinambungan dan saling mendukung dengan berpedoman pada tujuan pendidikan. Pendidikan dilaksanakan dengan sistem paket di mana evaluasi pendidikan dilaksanakan setiap semester melalui Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), dimana setiap semester digunakan sistem gugur.

Applied Cryptography Research Group (disingkat ACRG) adalah sebuah kelompok penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk-produk berdasarkan kriptografi. Kelompok ini didirikan di Sekolah Tinggi Sandi Negara, Ciseeng, Bogor pada Mei 2006. Sementara ini anggota kelompok terdiri atas beberapa dosen, mahasiswa dan karyawan Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN). ACRG telah mengadakan pertemuan untuk pertama kalinya dan menghasilkan kesimpulan untuk mengerjakan dua proyek, yaitu Implementasi Public Key Infrastructure dan Pengembangan Cryptography Embeded System.

Untuk informasi lebih lengkap dapat kamu lihat di https://www.stsn-nci.ac.id/

  1. STIN.
    Sekolah Tinggi Intelijen Negara atau STIN adalah sebuah perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara. Kampusnya terletak di daerah Sentul, Bogor, Jawa Barat. Berdirinya STIN bertujuan untuk menyiapkan mahasiswanya menjadi anggota masyarakat intelijen yang memiliki kemampuan akademik dan/atau keahlian profesional sehingga dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu intelijen, ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni bidang intelijen untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ide dari pendirian sekolah ini dimulai tahun 2002 atas prakarsa Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) Dr. A. M. Hendropriyono yang mengawali pendirian Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Selanjutnya pada 9 Juli 2003 Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri meresmikan berdirinya STIN dan tahun 2004 dimulai kuliah perdana.

Informasi lebih lengkap dapat kamu akses di https://www.stin.ac.id/

  1. POLTEKIM/POLTEKIP.
    Politeknik Imigrasi (POLTEKIM) adalah pendidikan kedinasan yang bernaung dibawah Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia RI. Politeknik ini didirikan pada 1962 dan sempat terhenti sebelum kemudian difungsikan kembali pada tahun 2000. POLTEKIM bertujuan mencetak kader pimpinan di lingkungan Ditjen imigrasi dan Kemenkumham masa depan di mana lulusannya kelak akan ditempatkan di seluruh kantor imigrasi di Indonesia dan atau di perwakilan imigrasi di luar negeri.

Pembentukan akademi ini ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia, nomor:M.08-DL.01-05 tahun 2000 tentang Pedoman Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan pada Akademi Imigrasi. Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa dalam proses pendidikan di AIM terdapat tiga bagian pendidikan, yaitu pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Pengajaran di POLTEKIM adalah upaya pendidikan yang berbentuk kuliah, ceramah dan instruksi di kelas dengan tujuan untuk memperoleh, memperdalam dan memperluas ilmu dan pengetahuan akademis dalam pembentukan kepribadian taruna Poltekim dengan titik berat pada aspek kecerdasan dan kemampuan intelektual.

Pelatihan bertujuan membentuk taruna agar memiliki kemampuan dan penguasaan pengetahuan tentang keimigrasian, dengan dilandasi kepribadian dan kepemimpinan yang tangguh, dengan titik berat pada aspek keterampilan yang mengacu pada profesionalisme. Pengasuhan bertujuan membentuk taruna agar memiliki kemampuan dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai budaya serta menguasai pengetahuan akademis dengan kepribadian dan kepemimpinan yang tangguh, dengan titik berat pada aspek mental kejuangan. Bagi lulusan AIM yang telah di wisuda akan mendapat Brevet Pejabat Imigrasi (PI) dan langsung mengikuti Pendidikan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Pusat Pendidikan Reserse dan Kriminal Polri di Cisarua, Bogor.

Akademi Ilmu Pemasyarakatan merupakan perguruan tinggi kedinasan yang terletak di bawah naungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik indonesia. Akademi Ilmu Pemasyarakatan didirikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 270/164 tanggal 24 Oktober 1964. Akademi ini didirikan sebagai Kawah Candradimuka kader-kader Pemasyarakatan di Indonesia dan memiliki tugas pokok melaksanakan pendidikan pada jalur pendidikan profesional program Diploma III yang ditujukan pada keahliaan khusus.

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: