Mahasiswa 

Mahasiswa Dan Tanggungjawab Sosial : Ubahlah Kampusmu

 Oleh : Hendi Supriatna

Mahasiswa merupakan suatu elemen masyarakat yang konon disebut sebagai middle class. Apa yang menjadi faktor pendorong mahasiswa. Bagaimanakah mahasiswa hari ini. Apakah mahasiswa benar menujukan sebagai middle class. Apakah bisa dikatakan orang intelektual  pada hari ini. Kenapa mahasiswa bisa dikatakan sebagai middle class. Dan bagaimanakah middle class seharusnya. Kenapa mahasiswa sering dikatakan sebagai kelompok sosial yang istimewa. Apakah keistimewaan itu berarti bagi masyarakat indonesia. Untuk apakah keistimewaaan itu perlu diperjuangkan. Kenapa mahasiswa sebagai control social, Iron stock, agent of change, guardian of value dan sense of crisis. Apakah semua itu menjadi solusi terhadap kondisi sosial.

Mahasiswa bagaimanapun adalah kelompok sosial yang istimewa di tengah masyarakat Indonesia. Mereka dianggap memiliki peranan historis yang signifikan dalam sejarah bangsa ini, terutama sebagai penyambung lidah rakyat yang dipercaya masih begitu jujur dan memegang teguh idealisme. Ada banyak kredo suci yang begitu melekat sebagai identitas sekaligus menjadi tanggung jawab bagi mahasiswa Indonesia. Dalam istilah agent of change, agent of social control, dan iron stock dengan gamblang menunjukkan tugas historis mahasiswa sebagai agen yang mewakili masyarakat untuk mengontrol dan mengawasi berbagai kebijakan pemerintah, pelopor terwujudnya perubahan sosial yang lebih baik, serta sebagai calon penerus generasi kepemimpinan bangsa di masa mendatang.

Dengan posisi isteimewanya tersebut mahasiswa harus cerdas memahami perannya dalam konteks realitas kekinian, semisal dalam menghadapi momentum Problematika akademisi yang begitu jauh dari budaya akademisi. Nalar kritis dan idealisme mahasiswa tentu bukan berarti mutlak dipahami. Agar mahasiswa bersikap tak acuh pada semua proses problematika sosial, apalagi terlampau pesimistis dan apriori terhadap sistem kekuasaan. Sebagai katalisator dari harapan rakyat, mahasiswa harus memahaminya dengan optimistis, rasional, dan bertanggung jawab atas sikap apa pun yang dipilihnya.

Maka dari itu, kenapa mahasiswa harus menjadi agnt of change. Apakah perubahan itu harus diperjuangkan. Lantas apa yang harus dirubah dengan kondisi objektif kampus yang jauh dari budaya akademisi. Sekarang budaya akademisi mencetak mahasiswa untuk menjadi penurut. Apakah penurut bisa menjadi  perubahan dalam dunia intelektual. Kenapa bisa dikatakan seperti itu, apakah mahasiswa daya nalar kritisnya mulai hilang apa yang menjadi penyebabnya.

Penurut adalah salah satu sikap kebebalan dalam dunia akademisi. Dimana kebeblan tersebut diciptakan oleh suatu sistem dosen yang didewakan. Bagaimana ini bisa terjadi dalam sistem budaya kampus. Penulis berpendapat sistem belajar seperti ini adalah hal kuno yang masih belum ada buku dan literasi lain.

Budaya akademisi mulai resah dengan sistem pola yang seperti ini. Bukannya mahasiswa seharusnya melakukan perubahan. Apakah metode penurut ( satu arah) bisa mencapai kepada suatu peruban bagaimana bisa dimungkinkan. Seharusnya dosen harus diajarkan oleh mahasiswa bagaimana pola pelajaran yang baik. Apakah hari ini yang dilakukan oleh dosen akan melakukan perubahan, menurutku tidak. Justru dengan metode seperti itu mahasiswa dicetak untuk menjadi penurut. Lalu dimanakah mahasiswa sebagai control social, Iron stock, agent of change, guardian of value dan sense of crisis.

Selanjutnya kenapa harus ada iron stock. Mahasiswa adalah pejuang  bagaimana mental seorang mahasiswa menjadi garda terdepan. Dalam menghdapi seluruh fenomena sosial yang terjadi. Idealisme mahasiswa belum tersentuh dengan ormas, parpol, dan lain-lain. Sehingga belum tau mana lawan dan mana kawan. Seharusnya mahasiswa mampu menanamkan nilai-nilai idealismenya. Yang menjadi sebuah nilai kebenaran.

Pertanyaannya mampukah mahasiswa berani melantangkan kebenaran itu. Apakah kalian selalu menanamkan nilai-nilai perjuangan yang sudah disiapkan. Karena mahasiwa hari ini masih asik dalam dunia hedon. Yang membabi buta dikalangan mahasiswa. Apakah mahasiswa seperti ini bisa dikatakan iron stock. Bukannya mahasiswa seharusna menjadi penyambung lidah dan memperjuangkan rakyat. Maka hal seperti ini harus diminimalisir bagaimana seharusnya mahasiswa menjadi iron stock yang lebih baik.

Kemudian mahasiswa harus menjadi social control. Kenapa mahasiswa sebagai social control. Apakah yang bisa dimungkinkan mahasiswa sebagai control social. control social merupakan konsep tepenting dalam hubungan norma-norma sosial. Artinya adalah mengandung harapanharapan baru. Bagaimana mahasiswa ikut mengontrol dalam problematika sosial. Agar struktur masyarakat dapat berprilaku sesuai dengan normanorma sosial. Tidak terjadinya suatu penimpangan atas problem itu.

Yang lebih penting juga adalah guardian of value. Apakah guardian of value itu apakah penting untuk menyikapi tatanan sosial. guardian of value adalah menjaga nilai-nilai yang ada dimasyarakat. Pertanyaannya nilai seperti apakah yang harus dijaga. Apakah nilai keburukan atau nilai kebaikan. Justru nilai kebaikanlah yang harus senantiasa mahasiswa jaga. Agar moralitas masyarakat terjaga melalui perjuangan nilai-nilai tersebut.

Kemudian selanjutnya yang lebih penting adalah sense of crisis. Apa itu sense of crisis bagi mahasiswa. Sense of crisis merupakan suatu  kepekaan terhadap problematika sosial. Baik dalam dunia kampus yang menjadi miniatur negara. Ataukah langsuh berhadapan dengan peroblem yang terjadi dimasyarakat. Kenapa mahasiswa harus peka terhadap kondisikondisi sosial har ini.

Kepekaan seorang mahasiswa hanya segelitir orang yang mampu berjuang. Bagaimana hari ini mahasiswa seharusnya menjadi guardian. Terhadap penomena sosial yang terjadi pertanyaannya apakah mahasiswa sekarang ini sense of crisis. Maka dari itu, harus dibangun dengan pola penyadaran.

Itu sebabnya seharusnya mahasiswa haru ubah kampusmu dan tatanan sosial. Jangan biarkan kemewahan yang dimiliki oleh mahasiswa menipumu. Hanya membuatmu patuh dan menjadikanmu robot. Rebut dengan mengubah letusan pertanyaan. Ajari dosenmu untuk mendidik tidak hanya menakut-nakuti merasa pintar sendiri. Debat mereka jika keliru dan luruskan jika memberikan keyakinan palsu.

Kuliah bukanlah tempat untuk menata hati. Kuliah bukanlah tempat prajurit yang selalu siap dan menerima saja. Kuliah adalah belajar untuk melawan dengan pengetahuan mahasiswa yang dimilikinya. Protes itu wajar dan diskursus itu wajib. Keberanian bukanlah modal mahasiswa tapi itu ciri sebagai mahasiswa. Jangan takut dan berujung maut. Pejuangkanlah segala kebenaran dan pinsip sebagai mahasiswa.

 

Referensi  Catatan pribadi  indoprogress

 

 

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: