Mahasiswa 

Studi Kajian Tentang Advokasi Mahasiswa

  1. Advokasi adalah bentuk upaya persuasi yang mencakup kegiatan penyadaran, rasionalisasi, argumentasi, serta rekomendasi tindak lanjut mengenai suatu hal atau kejadian.
  2. Mahasiswa adalah kaum terpelajar yang sedang menempuh pendidikan diperguruan tinggi
  3. Advokasi mahasiswa merupakan suatu usaha sistematik dan terorganisir yang dilakukan oleh mahasiswa, untuk mempengaruhi dan mendesakan perubahan,  dengan memberikan sokongan dan pembelaan terhadap kaum lemah (miskin, terbelankang dan tertindas) atau kepada mereka yang menjadi korban sebuah kebijakan atau ketidak-adilan.

Dalam membentuk undang-undangan harus dilakukan berdasarkan pada asas advokasi mahasiswa yang baik, yang meliputi:

  1. keadilan;
  2. kesamaan kedudukan
  3. kesamaan hak
  4. keseimbangan, keserasian, dan keselarasan.
  5. Kesejahtraan

Dalam membentuk undang-undangan harus dilakukan berdasarkan pada tujuan advokasi mahasiswa, yang meliputi:

  1. Mengamalkan tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  2. Agent of change ( agen perubahan )
  3. Kontrol sosial

Jika dikaitkan dengan sekala masalah yang dihadapi, advokasi bisa dibagi  menjadi tiga jenis, yaitu advokasi diri, advokasi kasus dan advokasi kelas.

 

Jenis-jenis advokasi mahasiswa meliputi,

  1. Advokasi diri,  yaitu advokasi yang dilakukan secara lokal dan bahkan sangat ppribadi.
  2. Advokasi kasus, yaitu advokasi yang dillakukan sebagai proses pendampingan terhadap orang atau kelompok yang belum memiliki kemampuan membela dirinya dan kelompoknya.
  3. Advokasi kelas, yaitu sebuah proses mendesakan kebijakan publik atau kepentingan satu kelompok masyarakat dengan tujuan akhir terwujudnya perubahan sistematik yang berujung pada lahirnya kebijakan yang melindungi atau berubahnya legislasi yang dianggap tidak adil.

Materi Undang-undang advokasi mahasiswa Senat Mahasiswa Universitas berisi materi tentang advokasi mahasiswa yang bersifat umum tidak mengikat.

Materi advokasi mahasiswa terdiri dari:

  1. Teknik lobi
  2. Investigasi
  3. Analisis sosial
  4. Pendokumentasian
  5. Peran media

Advokasi mahasiswa;

  1. Advokasi diartikan sebagai aksi dalam mengubah kebijakan
  2. Melakukan pembelaan terhadap mahasiswa dalam bidang akademik maupun non akademik
  3. UKT/BKT
  4. Akademik
  5. Beasiswa
  6. Sarana dan prasarana
  7. Aspirasi

Kerangka advokasi terdiri atas tiga elemen, yakni: pelaku (aktor), proses, dan produk advokasi. Ketiganya merupakan suatu lingkungan advokasi, yang khusus dalam “konteks politik ekonomi dan sosial tertentu yang melatarbelakangi upaya advokasi yang sedang dijalankan,”

Pelaku advokasi sendiri terdiri dari tiga, yaitu ;

  1. Mahasiswa yaitu; yang telah dijelaskan dalam pasal 1 ayat 2
  2. Pejabat Negara yaitu; orang-orang yang memegang jabatan formal di legislatif, eksekutif, birokrasi dan yudikatif, baik tingkat pusat sampai dengan lokal.
  3. masyarakat sipil, yaitu; kelompok-kelompok atau individu-individu yang mewakili aspirasi masyarakat yang tergabung dalam organisasi non pemerintah (Ornop/LSM), organisasi kemasyarakatan (ORMAS), organisasi masyarakat adat, dan lain-lain.
  4. Ketiga, pelaku pasar yaitu; individu-individu yang terlibat dalam aktifitas pertukaran barang dan jasa, termasuk juga didalamnya asosiasi pedagang / pengusaha, bankir, pemodal, dan lain-lain.

advokasi, unsur penting yaitu penyiapan agenda advokasi, yang terdiri dari :

  1. identifikasi masalah
  2. pendataan isu-isu secara seksama
  3. penjajagan solusi-solusi yang bisa dicapai dalam advokasi

Dari penjabaran diatas, bila disistematiskan, maka terdapat tiga tipe kerja advokasi, yaitu ;

  1. Kerja Basis (Grounds Works)

Grounds works adalah dapur gerakan advokasi yaitu membangun basis massa, pendidikan politik kader, membentuk lingkar inti dan mobilisasi aksi.

  1. Kerja Pendukung (Supporting Unit)

Supporting unit adalah menyediakan dukungan dana, logistic, informasi, data dan akses.

  1. Kerja Garis Depan (Front Line)

Front lines adalah menjalankan fungsi juru bicara, perunding, pelobby, terlibat dalam proses legislasi, yurisdiksi, dan menggalang sekutu.

Proses advokasi terdiri dari :

  1. Legislasi dan jurisdiksi yaitu; pangajuan usul, konsep tanding dan pembelaan
  2. Legal drafting, counter draft
  3. Judical review
  4. Class ection, legal standing
  5. Litigasi (jurisprudensi)
  6. Politik dan birokrasi yaitu; mempengaruhi pembuat dan pelaksana peraturan
  7. Lobbi
  8. Negosiasi
  9. Mediasi
  10. Klaborasi
  11. Sosialisasi dan mobilisasi yaitu; membentuk pendapat umum dan tekanan politik
  12. Kampanye, siaran pers
  13. Ujuk rasa, boikot, mogok
  14. Pengorganisasian basis
  15. Pendidikan politik

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: